Senin, 15 September 2014

Hadiah Sederhana dari Orang Yang Spesial


Hidup itu anugrah, di waktu pagi ketika kita buka mata, kita membuka hadiah yang telah dipersiapkan oleh Sang Pencipta untuk kita di setiap hari. Hari yang baru, nafas yang baru, matahari yang masih bersinar, orang-orang terkasih yang masih bersama kita dan keajaiban sehari-hari yang lainnya...

Pada hari Senen tanggal 25 agustus 2014 yang lalu, hadiah untuk saya dari-NYA adalah kepercayaan untuk umur yang baru. Sebuah hadiah yang sangat besar dan berharga dengan penuh petualangan dan tanggung jawab yang baru

Tetapi aku percaya perjalanan aku kedepan akan penuh dengan keajaiban dan anugerah karena aku tahu Tuhan yang penuh kasih setia, senantiasa berjalan bersama-sama dengan aku di umur yang cukup terbilang sudah dewasa yaitu 23 tahun ini...

Aku merenungkan hal tersebut pada hari senen di bulan agustus yang lalu ketika aku menjalani hari pertama di usia yang baru... banyak ucapan yang terlontar dari orang orang terbaik dipagi hari, nyanyian dan suara mereka, doa dan harapan mereka lalu kasih sayang mereka yang tidak pernah pudar... yap mereka keluarga aku yang kecil yang bahagia, sederhana dengan banyak cinta dan karunia tuhan yang di berkati di dalamnya...

Lalu ketulusan yang dipancarkan sahabat-sahabat dan orang-orang terbaik dalam hidup saya merupakan keajaiban sederhana yang menyentuh hati. Membuatku kembali bercermin, agar aku dapat menata diri lebih lebih baik lagi, agar aku lebih banyak bersyukur dan belajar dari ketulusan-ketulusan yang aku terima. Agar aku membawa dampak yang baik dan positif bagi orang lain, agar aku membawa cahaya seperti mereka yang menerangi hidup aku...



















Ada yang berubah dan ada yang tidak pernah berubah, ada yang datang untuk menetap, ada yang pergi untuk meninggalkan, ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, pasti akan dan pernah kita lewati, semesta mengamini semua doa yang di panjatkan oleh mereka kepada aku karena lewat doa, seseorang memberi kebahagiaan tanpa rasa pamrih, selalu tersenyum dan ceria sehingga tetap mengagumkan :”

ttd-- Andrew Caezar



Senin, 01 September 2014

Surat Untuk Mantan




Teruntuk mantan-


Kita pernah menyenangkan, pernah punya mimpi bersama, pernah punya cerita. Apa yang pernah kita punya berharga dan tidak ada yang bisa mengubah itu. maaf kalau akhirnya tidak seperti yang kamu kira. ‘rasa’ memang hal yang sulit ditebak ke mana arah langkahnya. Salahkan aku ketika rasa itu perlahan hilang. Tapi aku tidak bisa memaksa diri untuk melangkah di sebelahmu lagi. Aku tahu kamu bukan pemaksa, sebagaimana kamu tahu aku tidak suka dipaksa. Di duniamu yang penuh dengan pengorbanan dan ketulusan, bukanlah tempat untuk kumanfaatkan. Kita berdua akan bertemu dengan kisah yang jauh, jauh, lebih indah. Suatu saat nanti kamu akan mengerti itu ketika semua cacian sudah beres termuntahkan. Mungkin inilah aku yang selalu mengingatmu, menunggu sampai pada suatu hari ingatanku diselamatkan oleh orang lain. Semoga kamu menemukan seseorang yang mampu menyeka air matamu dan berkata kebahagianmu adalah segalanya. Sehingga menyelamatkan ingatanmu dari orang yang tidak pantas untuk kau kenang. Terima kasih dan maaf, Aku pergi.


Ttd. Andrew Caezar---yang kelak akan menjadi sahabatmu