Well, ini postingan pertama gua di tahun 2015, hampir beberapa
bulan terakhir ini lagi ga ada inspirasi dan imajinasi untuk menulis karena
banyaknya aktifitas yang babang kerjakan wk-
Oke sekarang babang akan memosting a wonderful
relationship could someday fail. Dimana terinspirasi dari melihat hubungan yang
sangat indah dari teman2 dekat gue dan akhirnya pun belom tentu bahagia gitu
bahkan sangat miris haha jadi sedih nulisnya.....
Begin!
Ngomongin kegagalan adalah usaha yang disuruh coba lagi
sampai berhasil, dan dalam hubungan yang paling indah sekali pun, nggak jarang
berujung pada kegagalan. Pernah lo liat teman, orang lain, atau justru lo
sendiri mengalami hubungan yang indah berujung pada kegagalan? Gimana?
Perlu lo tau, keindahan sebuah hubungan sama sekali
nggak menjamin mengantar kedua pemerannya menuju pelaminan. Karena kita nggak
pernah tau apa yang akan terjadi kemudian, karena masih menjadi rahasia sang
waktu sampai hubungan itu menemukan benang merah.
“Terus kenapa bisa gagal?”
Jawaban paling simpelnya adalah hubungan yang indah belum
tentu hubungan yang berhasil.
Hmm…, jawabannya kentang banget ya? Wk
Sebenarnya ada beberapa hal yang jadi alasan kenapa
hubungan yang indah bisa gagal. Buat lo yang sekarang sedang menjalani hubungan
yang terasa indah, jangan terlalu senang dulu, jangan bangga pamer segala macem
belom tentu kan ....... hahaha, tapi optimis sih boleh aja.
Jadi, alasannya adalah karena…..
Indah belum tentu
nyaman
Kenyamanan adalah salah satu pilar penting dalam pondasi
hubungan. Ibarat sebuah rumah, kenyamanan itu teras tempat saling bertukar
cerita sambil menikmati senja dan teh saat sore hari. Membuat pelakunya betah
menikmati hidup bersama. Tetapi, hubungan yang indah belum tentu nyaman.
Keindahan itu kan hanya kemasan yang terlihat, belum tentu isinya bagus juga.
Dalam hubungan yang indah, mungkin aja salah satu atau kedua pemerannya merasa
nggak nyaman, tapi tetap memaksakannya. Yang penting terlihat indah di hadapan
banyak orang.
Entah karena cara pasangannya berbicara, memberi
perhatian, memperlakukan atau hal lain yang menimbulkan pemicu rasa nggak
nyaman yang lama kelamaan membuat salah satu di antara keduanya menyerah.
Sehingga pada akhirnya, hubungan itu gagal.
Indah belum
tentu asli
Ada pepatah berbunyi. “Tak selamanya yang berkilau itu
emas, soalnya emas aja ada imitasinya.” Dari pepatah itu kita bisa mengambil
kesimpulan bahwa yang indah belum tentu asli. Makanya banyak bermunculan jersey
grade ori, nggak apa-apa nggak asli yang penting indah buat dipake nobar yekan
hahaha-
Bisa aja dua orang yang menjalani hubungan indah itu
selama ini hanya menggunakan topeng. Di depan khalayak ramai, mereka berusaha
terlihat sangat mesra seolah pasangan paling sempurna di dunia ini sampai yang
melihatnya berpikir kalo mereka adalah jodoh. Padahal di balik tirai keramaian,
mereka selalu berseteru layaknya kubu sekutu dan kubu poros pada perang dunia
kedua, jreng jreeeng haha
Hingga mereka berdua udah nggak tahan lagi dengan
sandiwara masing-masing, akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan –yang
terlihat– indah itu. Emang siapa yang nggak capek pura-pura terus? Pura-pura
nggak kangen aja nyesek banget, apalagi pura-pura terlihat indah dalam tebing
kehancuran huft-
Hidup ini kan memang panggung sandiwara, jadi jangan
kaget kalo ada orang yang dramanya nyaris sempurna, nyaris sempurna loh ya,
bukan berhasil. Mereka sukses memainkan lakon, tetapi gagal menyutradari
kenyataan.
Indah tapi
monoton
Apa yang akan lo rasakan kalo setiap hari makan nasi Padang?
Bosen kan? Walaupun lo tau, setiap harinya perut lo akan kenyang dengan makanan
lezat itu. Tapi yang namanya terlalu sering, yang ada lo bakal ngerasa mual,
bahkan muntah.
Berlaku juga dalam asmara. Hubungan yang indah
tapi monoton itu nggak menutup kemungkinan akan gagal karena merasa bosan dan
nggak tantangannya. Setiap harinya hubungan itu terlihat indah dan lurus-lurus
aja, tanpa ada konflik yang terjadi.
Lho, bukannya itu justru bagus? Hubungannya bakal
langgeng.
Siapa yang bilang kalo hubungan yang nggak ada
konfliknya bakal berhasil? Pertengkaran, perdebatan, atau perselisihan dalam
hubungan nggak selalu mengakibatkan dampak negatif kalo nggak lebai
menyikapinya, justru itu terkadang dibutuhkan agar membuat hubungan itu semakin
erat. Sebab isi kepala orang itu berbeda, semirip apapun pola pikirnya Dan
perdebatan-perdebatan itu perlu untuk menyamakan dan menyesuaikan persepsi
dalam proses saling memahami.
Jadi, kalo lo suka berdebat sama pacar, yo ojo langsung
ngambek berwindu-windu atau mutusin dia dan minta Tuhan buat mengutuk mantan
jadi ban vulkanisir laah, mungkin emang bakal makan hati, tapi percayalah, itu
membuat hubungan kalian semakin erat dan dewasa. Bersabarlah, karena kesetiaan
terlahir nggak dengan cara yang mudah-
Indah tapi
sendirian
Alangkah indahnya sebuah hubungan bila berjuang
bersama-sama sejak mendaki dari bawah hingga tiba di puncak. Tapi apakah
hubungan itu masih terasa indah bila hanya berjuang sendirian? Yang satu
berdarah-darah, yang satu tinggal menghitung waktu yang tepat untuk menyerah.
Lo yang selalu sendirian berusaha membangun sebuah hubungan
yang indah bersamanya. Dan dia hanya ongkang-ongkang kaki nggak mau tau dan
bersusah diri, serta paling parahnya gak sama sekali memiliki kesadaran untuk
berjuang, udeh buang aja ke kali ciliwung kalo gitu wk-
Bila udah begitu, seindah apapun hubungan yang
susah-susah lo bangun, lamat-lamat lo akan merasa sia-sia dengan apa yang udah lo lakukan untuknya atas nama ‘kita’,
lalu berujung pada kegagalan. Pahamilah, lo memiliki batas tabah dan titik
lelah. Cinta itu berdua, bukan sendiri, kalo sendiri itu kiper-
Perjuangkan dia yang mendukung lo sejak lahirnya niat,
setia menemani proses, dan tersenyum mengusap peluh lo di puncak.
Indah tapi
nggak direstui
Nah ini banyak realita terjadi di remaja kekinian,
dimana restu orang tua itu adalah restu Tuhan. Jadi, kalo orang tua nggak
merestui hubungan lo dan pacar, seindah apapun hubungan kalian, ya niscaya akan
gagal dan dibayang-bayangi rasa bersalah, bisa aja sih berhasil tetapi dalam
tanda kutip. Karena akan ada sesak yang terbalut lembut pada tiap pertemuan
diam-diam, pelukan penuh keganjilan, dan genggaman yang seolah dapat terlepas
kapan saja-
Kalo kita membahas yang lebih berat dan jauh lagi
tentang restu, buat direnungi aja ya. Pernah dengar kalimat. “Kalo siap
menikahi anaknya, berarti siap juga menikahi keluarganya?”
Kalimat di atas itu sedikit menyadarkan bahwa hubungan
kalian nggak selamanya hanya tentang ketemuan, makan, nonton, jalan-jalan, dan
whatever fun things you want to do.
Lo akan dihadapkan pada jenjang yang lebih serius lagi,
menikahi pasangan dan setia hidup bersamanya selamanya. Lo pun diwajibkan
mengenal lapisan keluarganya serta menyatu ke dalamnya. Namun sebelum itu, hal
pertama yang terpenting adalah mendapatkan restu kedua orang tuanya.
Kalo dalam tahap mendapatkan restu udah gagal, seindah
apapun hubungan kalian, kalian nggak akan bisa merasakan kebahagiaan hakiki
pada momen terindah; pernikahan. Mau diakhiri aja sejak dini? Silakan jika
sanggup dan demi kebaikan. Atau mau kawin lari? Silakan juga menempuh jalan
pintas. Silakan menikmati rasa bersalah bersama pasanganmu dalam tiap detik
hingga pengujung hayat-
Indah tapi
bukan jodohnya
Well, untuk poin terakhir ini, kita gunakan analogi
pertandingan futsal. lo dan pacar bersama melewati lawan dan saling bertukar
operan one two mulai dari gawang sendiri dengan teknik yang sangat indah. Tetapi
ketika tiba saatnya pacar melakukan operan terakhir ke dalam kotak penalti di
tiang ke dua, ternyata tiba-tiba aja pemain lain yang mencetak gol ke dalam
gawang. Kemudian pacar lo dan orang itu melakukan selebrasi, tanpa memerhatikan
perasaan lo, gimana coba bayangin? hiks-
Udah banyak kejadian nggak terduga terjadi. Pacarannya
bertahun-tahun sama siapa, eh, nikahnya sama siapa. Ya, namanya juga bukan
jodoh. Jodoh kan di tangan Tuhan, nggak ada yang tau. Jadi seindah apapun
hubungan, kalo memang bukan jodohnya, ya nggak akan bersatu walaupun orang tua
sudah memberi restu.
Tetapi nggak ada salahnya keras kepala memperjuangkan
pasangan hingga titik darah penghabisan. Sebuah hubungan itu bisa seperti
sumber kebahagiaan, tapi bisa juga jadi medan perang yang melelahkan pula
menyakitkan. Bagian terpentingnya adalah menikmati proses, yang penting jangan
menyerah, sebelum penghulu menyatakan sah!
Takdir tidak dapat diubah, tetapi perjuangan keras dan
air mata dalam doa ketika menyebut nama orang yang kau cintai akan membuat
Tuhan mempertimbangkannya lagi. Itulah alasannya kenapa hubungan yang indah pun bisa
gagal. Silakan pahami dan renungi, agar lo bisa menyiapkan rencana terbaik
untuk hubungan nantinya supaya berhasil. Ingat ya, yang terbaik, bukan indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar